Untuk memahami kaitan gempa dan gunung api dengan proses jauh di bawah permukaan, BUMI10 menelusuri susunan Bumi dari kerak hingga inti. Bagian dalamnya dipahami melalui sifat fisika, seperti kecepatan rambat gelombang seismik, kemagnetan, gaya berat, dan data panas bumi. Petunjuk-petunjuk itu menunjukkan bahwa material Bumi tidak seragam dari permukaan sampai pusatnya. [1]
Empat lapisan dari kerak hingga inti
Dalam pembagian umum, Bumi terdiri atas kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam. Kerak adalah lapisan terluar; mantel menyelubungi inti; sementara inti terbagi menjadi bagian luar dan bagian dalam. [1]
- Kerak benua memiliki ketebalan sekitar 20β70 km, sedangkan kerak samudra sekitar 5β10 km. Batuan utama penyusun kerak benua adalah granit, sementara kerak samudra didominasi basal. [1]
- Mantel merupakan lapisan besar yang menyelubungi inti. Ketebalannya disebut sekitar 2.883 km, dengan bagian atas yang berperan dalam dinamika lempeng. [1]
- Inti luar berupa lapisan cair yang terdiri dari besi dan nikel. Di bagian paling dalam terdapat inti dalam yang digambarkan sebagai bola metal. [1]
Kerak dan litosfer bukan istilah yang sama
Kerak adalah lapisan terluar, sedangkan litosfer mencakup kerak dan bagian mantel atas yang relatif padat. Ketebalan keseluruhan litosfer disebut kurang lebih 80 km. Pembedaan ini penting: ketika membahas lempeng tektonik, yang bergerak bukan kerak saja, melainkan bagian litosfer. [1]
Konveksi di mantel bagian atas dan astenosfer dikaitkan dengan gerak lempeng. Pergerakan tersebut memengaruhi bentuk muka Bumi dan proses geologi, termasuk pergeseran benua serta pembentukan pegunungan. [1]
Bagaimana dinamika ini memberi konteks bagi gempa dan gunung api?
Untuk memahami gempa, susunan lapisan ini menunjukkan lokasi dinamika lempeng: litosfer terbagi menjadi lempeng yang bergerak, dengan konveksi di bagian atas mantel dan astenosfer sebagai penggeraknya. Kerangka tersebut membantu menempatkan gerak lempeng dalam gambaran geologi, tetapi tidak merinci mekanisme yang memicu setiap gempa. [1]
Hubungan dengan proses magma dijelaskan lebih khusus. Di bagian atas mantel dapat terbentuk intrusi magma akibat batuan yang menyusup lalu meleleh. Ini memberi konteks tentang proses magma di bawah permukaan, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh tahapan terbentuknya gunung api atau terjadinya letusan. [1]
Gelombang seismik sebagai petunjuk batas lapisan
Gelombang seismik juga membantu membedakan bagian dalam Bumi. Pada batas antara mantel dan inti, kecepatan gelombang P turun drastis, sementara gelombang S tidak diteruskan. Perubahan rambatan ini menjadi salah satu petunjuk bahwa bagian dalam Bumi tersusun atas lapisan dengan sifat berbeda. [1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Struktur Bumi. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=28958675&title=Struktur_Bumi (diakses 2026-10-02).